Jumlah Produksi Perkebunan Rakyat
| Produksi 2009 (Ton) |
368.249 |
| Produksi 2008 (Ton) |
807.117 |
| Produksi 2007 (Ton) |
2.228.816 |
| Produksi 2006 (Ton) |
783.529 |
Sumber Data:
Statistik Perkebunan Indonesia 2009-2011
Departemen Pertanian
Direktorat Jenderal Perkebunan
Komp Deptan Gedung C Lt-III Ruang. 307 Jl. Harsono R.M No. 3 Ps Minggu Jakarta Selatan 12550
Telp 021-7817693
021-7815380-4
Ext-4318
Fax 021-7815586
021-7815486
Updated: 04-4-2012
| Lahan yang Sudah Digunakan (Ha) |
142.449 |
| Status Lahan |
Perkebunan Rakyat |
Sumber Data:
Statistik Perkebunan Indonesia 2009-2011
Departemen Pertanian
Direktorat Jenderal Perkebunan
Komp Deptan Gedung C Lt-III Ruang. 307 Jl. Harsono R.M No. 3 Ps Minggu Jakarta Selatan 12550
Telp 021-7817693
021-7815380-4
Ext-4318
Fax 021-7815586
021-7815486
PEKANBARU--Harga TBS kelapa
sawit masih belum stabil. Harga TBS kelapa sawit periode ke-34, 29
Agustus-4 September 2012 mengalami penurunan Rp36,24 per kilogramnya
dibandingkan dua pekan lalu sebelum Idul Fitri.
Hasil ini terungkap dari rapat penetapan harga TBS kelapa sawit yang
dilaksanakan di Dinas Perkebunan (Disbun) Riau, Selasa (28/8). Rapat
penetapan harga dipimpin Sekretaris Tim Penetapan Harga TBS kelapa
sawit, Ir Rina Rosdiana MM. Selain itu hadir Sekretaris Aspekpir Riau H
Karya Muslimat, petani, perwakilan perusahaan perkebunan kelapa sawit
penginput data.
Sementara secara keseluruhan, seluruh data yang masuk dipresntasekan
Yuhendri yang mewakili PTPN V Pekanbaru. Dari hasil rapat penetapan
harga diketahui kalau pada periode ini, harga CPO tertimbang periode
penjualan 13-26 Agustus 2012 Rp7.207,90 per kilogramnya. Harga kernel
tertimbang periode penjualan yang sama Rp3.575,27 per kilogram dan
Indeks K 87,59 persen.
Dari hasil pembahasan bersama seluruh anggota tim yang hadir disepakati
kalau harga TBS kelapa sawit umur 3 tahun periode ini Rp1.102,05 per
kilogram. Umur 4 tahun Rp1.231,70 per kilogram, umur 5 tahun Rp1.318,45
per kilogram. Selanjutnya umur 6 tahun Rp1.356,28 per kilogram. Umur 7
tahun Rp1.408,33 per kilogram, umur 8 tahun Rp1.452,17 per kilogram,
umur 9 tahun Rp1.498,21 per kilogram. Umur 10 tahun keatas Rp1.540,48
per kilogramnya.
Harga ini menjadi keputusan tim untuk diterapkan sebagai dasar transaksi
jual beli TBS kelapa sawit pekan ini. Menurutnya, penurunan ini sudah
tampak terlihat dari hasil transaksi yang dilakukan perusahaan
perkebunan kelapa sawit penginput data yang mengalami penurunan
seluruhnya.
PT Asian Agri mengalami penurunan harga CPO Rp40,94 per kilogram, PTPN V
Rp265,28 per kilogram, PT Sinar Mas Rp188,40 per kilogram. Sementara PT
Astra Agro Lestari dan PT Citra Riau Sarana tidak mengalami transaksi.
Begitu juga dengan harga kernel. PT Sinar Mas mengalami penurunan Rp7,-
per kilogram, PT Asian Agri Rp152,29 per kilogram, PT Astra Agro Lestari
dan PT Citra Riau Sarana tidak ada transaksi penjualan kernel.
Selain itu suplai berlebih, krisis ekonomi global masih ikut
mempengaruhi harga CPO di pasaran. Namun di periode pekan depan ada
kemungkinan harga CPO naik. Karena dari hasil transaksi Senin (27/8)
sore kemarin, rata-rata transaksi penjualan CPO mengalami kenaikan
beberapa rupiah.
Ulah Spekulan
Sementara itu Pihak Dinas Koperasi dan Perdagangan (Diskoperindag)
Kabupaten Rokan Hulu menilai, anjloknya harga karet dan sawit karena
ulah spekulan yang memanfaatkan banjirnya hasil panen petani jelang
lebaran.
Sebagaimana kejadian di lapangan, harga komoditi kelapa sawit dan karet
di Rokan Hulu mengalami penurunan harga cukup drastis. Penurunan harga
terjadi mulai 2 pekan sebelum Idul Fitri dan semakin anjlok pasca
berakhirnya libur lebaran. Dari konfirmasi Riau Pos kepada sejumlah
petani sawit dan karet, pasca hari Raya Idul Fitri 1433 H, sejumlah
komoditii kelapa sawit dan karet di Rokan Hulu mengalami penurunan cukup
drastis.
Saat ini, harga karet di tingkat pengepul yang biasanya di jual di
kisaran harga 14 ribu rupiah perkilonya, anjlok hingga 5 ribu rupiah
perkilonya. Sementara komoditas kelapa sawit, bila biasanya harga sawit
di petani tingkat pengepul dengan harga Rp 1.200 hingga Rp1.600 perkilo,
kini hanya dijual dengan harga Rp600 perkilonya.
Kasi Usaha Perdagangan dan Pembinaan Pasar Dinas Koperasi dan
Perdagangan, Khalfisri ketika dikonfirmasi sejumlah wartawan, Selasa
(28/8), mengatakan, jatuhnya harga komoditi sawit dan karet di Rokan
Hulu disebabkan karena ulah spekulan yang memanfaatkan momen melimpahnya
hasil panen di tingkat petani.
Di samping itu, lesunya aktivitas pasar dunia karena krisis ekonomi
Eropa menyebabkan harga dua komoditi unggulan Rokan Hulu tersebut
menurun drastis. Khalfisri menjelaskan, sebagai instansi terkait,
Diskoperindag hanya berwenang memberi himbauan dan tidak berwenang untuk
memberi sanksi atau tindakan konkret lainnya.
"Turunnya harga sawit dan karet, tentu menyebabkan melemahnya daya beli
masyarakat Rokan Hulu yang sebagian besar bergantung pada hasil komoditi
itu. Untuk itu, Pemerintah Daerah akan melakukan sidak kepada pengepul
yang diduga sebagai spekulan," ujarnya.
Harga Karet Anjlok
Selain sawit, harga karet di tingkat petani terjun bebas. Bahkan di
beberapa daerah yang menjadi penghasil karet di Riau seperti Kuansing,
Kampar dan Rohul, harganya mencapai Rp5.000,- per kilogram.
Ini pun diakui Dinas Perkebunan (Disbun) Riau. Kasi Pemasaran Hasil
Perkebunan, Ir Rina Rosdiana MM yang ditemui Riau Pos, Selasa (28/8)
menjelaskan, rata-rata harga karet beberapa pekan ini mengalami
penurunan yang tajam di pasaran. Tidak hanya di tingkat petani karet di
pedesaan, tapi juga harga karet di tingkat pabrik.
"Tapi yang paling parah, petani karet di tingkat pedesaan. Harganya jauh turun," ujarnya.
Dikatakannya, ada beberapa faktor yang menjadi penyebab harga karet
petani di pedesaan turun begitu tajam. Pertama, kualitas karet yang
dihasilkan masih rendah. Kedua, permainan kalangan penadah dan tengkulak
karet yang ada di pedesaan. "Mereka sering dipermainkan. Tapi kita bisa
berbuat apa-apa," ujarnya.
Di tingkat pabrik, harga karet per 27 Agustus 2012 yang diterima Dinas
Perkebunan Riau, harga karet FOB Singapura 256,8 Dollar Singapura per
kilogramnya. Selanjutnya harga karet Bokar (Bahan Olah Karet) di pabrik
PT Ricry Rp19.000,- per kilogram, PT Pand P Bangkinang Rp20.000,- per
kilogram, PT Tirta Sari Surya Rp19.000,- per kilogram dan PT Andalas
Agrolestari Rp19.000,- per kilogram.
Kondisi ini jauh mengalami penurunan dibandingkan harga karet kualitas
pabrik di awal Agustus 2012 lalu yang masih berkisaran Rp27.500,- per
kilogramnya. Terkait dengan ini, Kepala Dinas Perkebunan (Disbun) Riau,
Drs H Zulher MS yang dikonfirmasi Riau Pos menjelaskan, kondisi ini
masih dipengaruhi krisis ekonomi Eropa yang terjadi. Karena market karet
masih dipengaruhi penjualan di pasaran internasional.
Langkah yang dilakukan Disbun Riau saat ini adalah membentuk unit-unit
bokar karet di kabupaten/kota. "Kuansing, Kampar, dan Rohul memiliki
cikal bakal yang bisa dikembangkan. Karena mereka sudah memiliki
kelompok tani karet yang memiliki kualitas yang cukup baik," ujarnya.
Unit-unit bokar karet ini setidaknya bisa menjadi proteksi agar harga
karet petani tidak jatuh terlalu rendah. Selain itu dengan tetap
meningkatkan kualitas hasil karet dengan pelatihan dan pembinaan
|